Sabtu, 27 Agustus 2011

Pria Cerdas dan Pemecah Masalah

Bila cucunda telah membuka cukilan sejarah dari Mbah Sunaryo, maka beliau ( mbah Sutaryo ) adalah bagian dari sejarah itu sendiri. Mbah Sutaryo bersama2 dengan Mbah Sunaryo bahu membahu mencoba mengentaskan masyarakat di daerah pesisir dari jurang kebodohan. Sebagai putra seorang lurah  wajar bila beliau ingin representasikan peran dari ayahanda.

Putra ke 7 dari Mbah Atmosumitro ini bukan hanya cerdas karena landasannya sebagai guru, namun beliau juga cukup piawai dalam memecahkan problem2 di pedesaan maupun hubungan antar pribadi dan masyarakat.Demikian yg sangat dikenang oleh Om Slamet , putra pertama beliau saat editor menyambangi rumahnya dikawasan bekasi.

Pernah pada suatu ketika, beliau merasa prihatin...karena di kawasan Banjarja tidak terdapat satupun tempat atau bangunan untuk sekolah . Padahal beliau melihat masyarakat sekitarnya sangat membutuhkannya. Akhirnya diam2 beliau mendiskusikan hal ini dengan Mbah Sunaryo...dan tanpa menunggu terlalu lama, akhirnya mereka berdua mengambil keputusan yang cukup besar saat itu yaitu dg   SWADAYA Total.
Tapi dg cara bagaimana ?
Disinilah kecerdasan dan kepiawaian beliau diuji...!
Allah maha besar... mereka berdua diberi inspirasi dengan mengadakan berbagai Acara Pertunjukan desa..atau istilah sekarang semacam Festifal. Tentu saja pada jaman itu belum ada Bruno Mars atau Maroon5 apalagi Giring atau Tukul he..he..  pertunjukan saat itu ya macem Wayang Kulit, Tari2an , Ketoprak dsb.
Nah...keuntungan dari pertunjukan itulah yang kemudian digunakan untuk membangun tempat sekolah.
Masih adakah saat ini yg bisa berbuat demikian dg tulusnya ?

Sutaryo Muda  juga pintar memikat gadis... meskipun badannya cukup mungil, namun cukup menggemaskan bagi putri seorang Lurah didesanya.yaitu Jeng Supiah. Akhirnya singkat kata terjadilah perhelatan besar yaitu pernikahan sorang Putra Lurah dengan Putri seorang Lurah.....duhhh kayak di Sinetron aja nih.
Dari pernikahan ini beliau dikaruniai 5 orang putra-putri a.l :
                                
                                     1. Om Slamet
                              2. Tante Yati
                              3. Mbak Tri  ( Alm )
                              4. Mas Toro ( Alm )
                              5. Mas Sigit 

Kini, meski Putra-Putrinya telah mentas dan hidup berkecukupan di Jakarta, namun beliau memilih tetap tinggal diDesa... bercocok tanam..ditemani istri yg setia sampai kini dan sampai  nanti....Amin3x.
Nah... ingin mengetahui kisah2  budi baiknya juga kisah tentang putra putrinya ?

Panteng terus blog ini ...jgn kemana-mana... paling balik -balik ke blog Atmosumitro. ok ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar